Lompat ke konten
Fineksi

Fineksi Terpilih sebagai Finalis Kompetisi Pitch Fintech & AI SC Ventures by Standard Chartered 2026

Fineksi, platform document intelligence berbasis AI untuk analisis kredit, terpilih sebagai salah satu dari lima finalis Kompetisi Pitch Fintech & AI SC Ventures by Standard Chartered 2026 di Singapura. Para co-founder Wildiyanto Yawin, Yohanes Rico, dan Yuliam Chandra melakukan pitching di hadapan juri dari SC Ventures, Plug and Play, Peak XV Partners, dan Elev8te untuk memperebutkan hibah tanpa ekuitas senilai SGD 10.000. Pengakuan ini menegaskan pentingnya analisis kredit yang cepat dan tahan fraud untuk menekan kredit bermasalah.

Ditulis olehFineksi AdminDiterbitkan4 menit baca
fineksi-named-finalist-in-sc-ventures-by-standard-chartered-fintech-and-ai-pitch-competition-2026

Fineksi, platform AI-powered document intelligence untuk analisis kredit, terpilih sebagai finalis Kompetisi Pitch Fintech & AI SC Ventures by Standard Chartered 2026. Fineksi menjadi satu dari hanya lima startup yang dipilih untuk melakukan pitching secara langsung di Singapura di hadapan panel venture builder dan investor terkemuka. Terpilihnya Fineksi menjadi pengakuan atas upayanya membantu lembaga keuangan mengambil keputusan kredit yang lebih cepat dan akurat.

Apa Itu Kompetisi Pitch SC Ventures?

Kompetisi Pitch SC Ventures adalah kompetisi startup tahunan yang diselenggarakan oleh SC Ventures, unit venture building dan investasi milik Standard Chartered. Edisi 2026 bertajuk Ventures Lab: Fintech & AI Pitch Competition dan berfokus pada startup tahap awal yang membangun solusi enterprise di bidang fintech dan kecerdasan buatan (AI).

Kompetisi ini diselenggarakan bekerja sama dengan:

  • Peak XV Partners (sebelumnya Sequoia Capital India & SEA)
  • Plug and Play Tech Center
  • Elev8te

Pemenang menerima hibah tanpa ekuitas (equity-free grant) senilai SGD 10.000. Seluruh finalis juga mendapatkan masukan langsung dari venture builder dan investor paling aktif di Asia.

Siapa Saja Finalisnya?

Lima startup terpilih untuk tampil di babak final. Mereka mewakili bidang wealth management, perdagangan aset digital, analitik kepatuhan, embedded finance, dan analisis kredit:

  1. COLLYBUS – Peter Jacobson dan Greg O'Sullivan. Platform perdagangan aset digital berstandar institusional yang teregulasi.
  2. Nextvestment – Michael Davies. Lapisan wealth engagement dan behavioural intelligence berbasis AI untuk institusi pengelola kekayaan.
  3. Aereve – Andre Leung. Analitik kepatuhan on-chain dan off-chain multibahasa untuk bank, asuransi, dan perusahaan.
  4. Fineksi – Wildiyanto Yawin (Co-Founder & CEO), Yohanes Rico (Co-Founder & COO), dan Yuliam Chandra (Co-Founder & CTO). AI-powered document intelligence untuk analisis kredit dan deteksi fraud.
  5. yufin – Shubhrendu Khoche. Platform merchant B2B yang menghadirkan layanan keuangan dan embedded financing bagi pedagang di pasar negara berkembang.

Siapa Juri Kompetisinya?

Para finalis melakukan pitching di hadapan panel ahli dari empat organisasi:

  • Harald Eltvedt – Operating Member & Head of Venture Building, SC Ventures
  • Manav Narang – Head of Financial Services APAC & Head of India, Plug and Play
  • Aakash Kapoor – Principal, Peak XV Partners
  • Sharmin Reehman – CEO, Elev8te

Acara ini juga menghadirkan pembicara Alex Manson, CEO SC Ventures; Joe Lu, CEO HeyMax; dan Udaya Kondameedi, CTO Lexarius.

Bagaimana Finalis Dipilih?

SC Ventures menilai setiap pendaftar berdasarkan sembilan kriteria:

  • Pengalaman dan rekam jejak tim pendiri
  • Definisi masalah dan pain point pelanggan
  • Ukuran pasar (TAM/SAM/SOM)
  • Strategi go-to-market
  • Analisis kompetitif, solusi, dan diferensiasi
  • Traksi dan bukti pencapaian
  • Kinerja keuangan
  • Model bisnis dan monetisasi
  • Kualitas dan kejelasan pitch

Pendaftar juga harus berupa perusahaan yang terdaftar di Singapura, berusia kurang dari empat tahun, memiliki pendanaan di bawah SGD 5 juta, serta memiliki pelanggan aktif. Terpilihnya Fineksi sebagai finalis menunjukkan kekuatannya dari sisi tim, produk, pasar, dan traksi.

Apa yang Dilakukan Fineksi?

Fineksi adalah platform AI-powered Document Intelligence for Credit Analysis. Fineksi membantu bank, perusahaan multifinance, dan pemberi pinjaman lainnya menyederhanakan proses kredit dan mendeteksi fraud.

Cara kerjanya:

  1. Pengumpulan dokumen – Fineksi menerima seluruh dokumen calon debitur, seperti rekening koran, laporan keuangan, dan dokumen pendukung lainnya.
  2. Ekstraksi dan analisis berbasis AI – Platform membaca, menstrukturkan, dan menganalisis data secara otomatis, menggantikan proses review manual yang memakan waktu berjam-jam.
  3. Deteksi fraud – Fineksi menandai inkonsistensi dan indikasi manipulasi dokumen sebelum pinjaman disetujui.
  4. Insight kredit – Analis kredit menerima analisis kredit berbasis AI untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Hasilnya: lembaga keuangan dapat memproses pinjaman lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus menekan kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

Mengapa Analisis Kredit Berbasis AI Penting bagi Lembaga Keuangan?

Analisis kredit konvensional sangat bergantung pada review dokumen secara manual. Prosesnya lambat, mahal, dan rentan kesalahan manusia. Proses ini juga membuka celah fraud, karena dokumen palsu atau yang telah diubah sulit dideteksi secara kasat mata.

AI document intelligence menjawab tantangan tersebut secara langsung:

  • Kecepatan – Pemrosesan dokumen otomatis mempersingkat waktu persetujuan pinjaman.
  • Konsistensi – Setiap pengajuan dianalisis dengan standar ketelitian yang sama.
  • Pencegahan fraud – AI dapat mendeteksi manipulasi dan inkonsistensi dokumen yang mungkin terlewat oleh manusia.
  • Kualitas portofolio lebih baik – Penilaian yang lebih akurat membantu menjaga rasio NPL tetap rendah.
  • Skalabilitas – Lembaga keuangan dapat meningkatkan volume pinjaman tanpa harus menambah jumlah analis secara sebanding.

Di tengah persaingan lembaga keuangan di Asia Tenggara untuk menghadirkan layanan pinjaman digital yang lebih cepat, kemampuan ini kini menjadi infrastruktur yang esensial.

Apa Arti Pengakuan Ini bagi Fineksi?

Terpilih sebagai finalis oleh SC Ventures, salah satu venture builder milik bank paling aktif di dunia, menjadi validasi atas pendekatan Fineksi dalam analisis kredit. Kompetisi ini mempertemukan tim pendiri Fineksi dengan investor dan mitra ekosistem berpengaruh dari Standard Chartered, Peak XV Partners, Plug and Play, dan Elev8te.

Bagi mitra Fineksi saat ini maupun di masa depan, pengakuan ini menunjukkan bahwa teknologi Fineksi memenuhi standar yang diharapkan oleh institusi keuangan global. Fineksi akan terus membangun solusi yang membantu lembaga keuangan mengambil keputusan kredit yang lebih cepat, aman, dan cerdas.

  • Tag
  • competition
  • document intelligence

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Fineksi?

Fineksi adalah perusahaan AI-powered Document Intelligence for Credit Analysis. Fineksi membantu lembaga keuangan menyederhanakan proses kredit dan mendeteksi fraud dengan memproses seluruh dokumen calon debitur dan menyajikan analisis kredit berbasis AI.

Apakah Fineksi menjadi finalis Kompetisi Pitch SC Ventures 2026?

Ya. Fineksi menjadi salah satu dari lima finalis Kompetisi Pitch Fintech & AI SC Ventures by Standard Chartered 2026 yang digelar di Singapura pada 5 Maret 2026.

Siapa yang mewakili Fineksi dalam Kompetisi Pitch SC Ventures?

Fineksi diwakili oleh ketiga co-founder-nya: Wildiyanto Yawin (CEO), Yohanes Rico (COO), dan Yuliam Chandra (CTO).

Apa itu SC Ventures?

SC Ventures adalah unit venture building dan investasi milik Standard Chartered. SC Ventures membangun dan berinvestasi di startup serta menjalankan program yang menghubungkan founder dengan investor dan mitra ekosistem.

Apa hadiah Kompetisi Pitch SC Ventures 2026?

Pemenang menerima hibah tanpa ekuitas senilai SGD 10.000. Seluruh finalis juga mendapatkan masukan dari juri SC Ventures, Plug and Play, Peak XV Partners, dan Elev8te.

Bagaimana Fineksi membantu menekan kredit bermasalah (NPL)?

Fineksi menganalisis dokumen calon debitur dengan AI untuk menghasilkan penilaian kredit yang lebih akurat serta mendeteksi dokumen palsu atau hasil manipulasi. Hal ini membantu lembaga keuangan menyetujui pinjaman yang lebih berkualitas dan menurunkan rasio NPL.

Siapa yang dapat menggunakan Fineksi?

Fineksi dirancang untuk lembaga keuangan seperti bank, perusahaan multifinance, dan pemberi pinjaman digital yang ingin mempercepat proses pinjaman sambil tetap menjaga kualitas kredit.

Kutip artikel ini: Fineksi Admin (2026). Fineksi Terpilih sebagai Finalis Kompetisi Pitch Fintech & AI SC Ventures by Standard Chartered 2026. Fineksi Blog. https://blog.fineksi.com/id/blog/fineksi-named-finalist-in-sc-ventures-by-standard-chartered-fintech-and-ai-pitch-competition-2026

Berita Perusahaan5 menit baca

Shinhan Bank Vietnam dan Fineksi Bermitra untuk Mempercepat Transformasi AI dalam Operasional Kredit

Fineksi dan Shinhan Bank Vietnam telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk menerapkan Document Intelligence berbasis AI dalam analisis dan penilaian kredit korporasi. Kemitraan ini berawal dari partisipasi Fineksi dalam program Global Shinhan Innoboost 2025, yang membawa solusi dari tahap Proof of Concept hingga penerapan nyata. Kedua pihak menargetkan analisis kredit yang lebih cepat, lebih efisien, dan berkualitas lebih tinggi, dengan sistem yang diharapkan beroperasi pada 2026.

Baca artikel
Berita Perusahaan5 menit baca

Fineksi Bergabung dengan Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9 dan Menjalankan Pilot Analisis Kredit Berbasis AI bersama Superbank

Fineksi, platform document intelligence berbasis AI untuk analisis kredit, terpilih sebagai salah satu dari lima startup dalam Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9, program akselerator unggulan Grab Indonesia untuk startup post-seed. Fineksi juga menjadi satu-satunya startup Batch 9 yang terpilih untuk pilot pertama Superbank bersama peserta GVV, menghadirkan analisis kredit AI di bank digital. Pencapaian ini memperkuat misi Fineksi membantu lembaga keuangan menyetujui pinjaman lebih cepat, mendeteksi fraud lebih dini, dan menekan kredit bermasalah.

Baca artikel
Berita Perusahaan2 menit baca

Fineksi di Echelon Singapore 2026: Memperkenalkan AI Document Intelligence untuk Analisa Kredit

Fineksi berpartisipasi di Echelon Singapore 2026 sebagai exhibitor bersama Garuda Spark Innovation Hub, terhubung dengan para founders, investors, pemimpin korporasi, dan ecosystem builders dari berbagai negara di kawasan ini. Selama dua hari, kami memperkenalkan bagaimana solusi document intelligence berbasis AI dari Fineksi membantu institusi keuangan memperkuat analisa kredit, menyederhanakan proses, dan mengelola risiko dengan lebih efektif. Berikut kilas balik pengalaman kami dan langkah selanjutnya.

Baca artikel

Lihat langsung dengan dokumen Anda

Jadwalkan demo AI Anda.

Walkthrough 45 menit bersama tim kami, disesuaikan dengan alur underwriting Anda. Bawa dokumen tersulit Anda dan lihat diproses secara langsung.

  • Bawa dokumen Anda sendiri ke demo
  • NDA & trust pack sejak hari pertama
  • Dokumen pertama diproses dalam satu menit
  • support@fineksi.com