Lompat ke konten
Fineksi

Fineksi Bergabung dengan Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9 dan Menjalankan Pilot Analisis Kredit Berbasis AI bersama Superbank

Fineksi, platform document intelligence berbasis AI untuk analisis kredit, terpilih sebagai salah satu dari lima startup dalam Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9, program akselerator unggulan Grab Indonesia untuk startup post-seed. Fineksi juga menjadi satu-satunya startup Batch 9 yang terpilih untuk pilot pertama Superbank bersama peserta GVV, menghadirkan analisis kredit AI di bank digital. Pencapaian ini memperkuat misi Fineksi membantu lembaga keuangan menyetujui pinjaman lebih cepat, mendeteksi fraud lebih dini, dan menekan kredit bermasalah.

Ditulis olehFineksi AdminDiterbitkan5 menit baca
fineksi-joins-grab-ventures-velocity-gvv-batch-9-and-pilots-ai-powered-credit-analysis-with-superbank

Jakarta, Indonesia — Fineksi, perusahaan AI-powered Document Intelligence untuk Analisis Kredit, terpilih sebagai salah satu dari lima startup dalam Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9, program akselerator unggulan Grab Indonesia untuk startup tahap post-seed. Lebih dari itu, Fineksi menjadi satu-satunya startup di batch ini yang terpilih untuk menjalankan pilot bersama Superbank, sekaligus menjadi pilot pertama bank digital tersebut dengan peserta GVV.

Bagi Fineksi, ini adalah langkah besar menuju misinya: membantu bank, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), perusahaan multifinance, dan lembaga pemberi pinjaman lainnya memproses kredit lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus mendeteksi fraud sebelum berujung menjadi kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

Fineksi, Satu-satunya Startup GVV Batch 9 yang Terpilih untuk Pilot Superbank

Superbank telah mendukung GVV sejak Batch 8. Tahun ini, bank digital tersebut memperdalam keterlibatannya dengan menjalankan pilot pertamanya bersama startup GVV, dan Fineksi adalah satu-satunya peserta yang terpilih.

Kolaborasi ini sangat relevan. Superbank didirikan dengan misi memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi masyarakat underbanked. Melayani pasar tersebut dalam skala besar membutuhkan keputusan kredit yang cepat, akurat, dan tahan terhadap fraud, dan itulah yang dirancang untuk dihadirkan oleh teknologi document intelligence berbasis AI dari Fineksi.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyampaikan dalam acara kick-off bahwa pertumbuhan Superbank tidak lepas dari kolaborasi di ekosistem Grab dan OVO, dan semangat yang sama mendorong Superbank memperdalam dukungannya kepada para founder GVV tahun ini melalui pilot pertamanya.

Bagi Fineksi, pilot ini berarti teknologinya akan diuji langsung di lingkungan perbankan digital, membuktikan bagaimana analisis kredit berbasis AI dapat mempercepat pemrosesan pinjaman dan memperkuat manajemen risiko di lembaga keuangan yang teregulasi.

Apa Itu Grab Ventures Velocity (GVV)?

Grab Ventures Velocity (GVV) adalah program akselerator startup milik Grab Indonesia untuk startup tahap post-seed. Sejak diluncurkan pada 2018, GVV telah menerima lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni, dengan lebih dari 85% di antaranya masih beroperasi hingga kini. Para alumni menempuh perjalanan beragam, mulai dari meraih pendanaan lanjutan, melakukan scaling, hingga pivot untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

Memasuki tahun kesembilan, GVV Batch 9 mengusung tema "Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem." Program ini mendorong startup Indonesia mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjawab kebutuhan bisnis, Mitra Grab, pengguna, dan masyarakat luas.

Kick-off GVV Batch 9 digelar pada 31 Agustus 2026 di Superbank Hall, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian bulan kemerdekaan Grab, Grab Bersinergi.

Mengapa GVV Batch 9 Berfokus pada AI?

Momentum AI di Indonesia terus tumbuh, dengan lebih dari 45 startup AI yang kini beroperasi di tanah air. Namun, ekosistem AI lokal masih memiliki ruang besar untuk berkembang: porsi pendanaan AI Indonesia baru sekitar 4% dari total pendanaan AI di kawasan ASEAN-10.

GVV Batch 9 hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan startup yang menerapkan AI pada masalah nyata dan berdampak tinggi. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan bahwa program ini membawa pengalaman Grab dalam membangun dan menerapkan AI, dengan pendekatan "AI-First with Heart", lebih dekat kepada para founder Indonesia, sehingga solusi mereka dapat diuji dan disempurnakan sesuai kebutuhan pasar.

Siapa Saja Lima Startup GVV Batch 9?

Melalui proses seleksi yang kompetitif, GVV Batch 9 memilih lima startup yang masing-masing menerapkan AI untuk tantangan industri yang berbeda:

Startup Fokus
Fineksi Analisis kredit berbasis AI, pengolahan dokumen, analisis laporan keuangan, dan credit underwriting untuk lembaga keuangan (terpilih untuk pilot Superbank)
Algobash Rekrutmen dan talent assessment berbasis AI
Dash Pengelolaan operasional frontline yang tersebar di berbagai lokasi
Grivy Commerce intelligence yang menghubungkan interaksi online dengan penjualan offline
Sekilo Sistem operasi berbasis AI untuk rantai pasok protein halal di Indonesia

Fineksi diwakili oleh Wildiyanto Yawin, CEO & Co-Founder Fineksi.

Apa yang Dilakukan Fineksi?

Fineksi adalah platform AI-powered Document Intelligence untuk Analisis Kredit. Fineksi membantu lembaga keuangan menyederhanakan proses kredit dengan mengolah seluruh dokumen debitur, seperti rekening koran, laporan keuangan, invoice, serta dokumen identitas dan legal, lalu mengubahnya menjadi analisis kredit terstruktur berbasis AI.

Dalam praktiknya, Fineksi membantu lembaga pemberi pinjaman:

  • Memproses kredit lebih cepat dengan mengotomatiskan pembacaan dokumen, ekstraksi data, dan analisis keuangan yang biasanya dikerjakan manual oleh analis.
  • Menjaga kualitas kredit melalui underwriting yang konsisten dan berbasis data.
  • Mendeteksi fraud lebih dini dengan menemukan inkonsistensi, dokumen yang dimanipulasi, dan red flag di seluruh berkas debitur.
  • Menekan kredit bermasalah (NPL) dengan memberikan gambaran risiko yang lebih jelas dan akurat sebelum pinjaman disetujui.

Hasilnya adalah proses kredit yang lebih cepat sekaligus lebih aman, kombinasi yang selama ini sulit dicapai oleh banyak lembaga keuangan.

Apa yang Didapat Fineksi dari GVV Batch 9?

Sebagai peserta GVV Batch 9, Fineksi akan mendapatkan:

  1. Pilot eksklusif bersama Superbank, satu-satunya di antara startup Batch 9, untuk menerapkan analisis kredit AI di lingkungan perbankan digital.
  2. Mentorship dari para pemimpin Grab dan pakar ekosistem.
  3. Pengembangan kepemimpinan untuk memperkuat tim pendiri seiring pertumbuhan perusahaan.
  4. Peluang pilot project bersama Grab untuk menguji teknologi Fineksi dalam skenario nyata.
  5. Akses ke mitra strategis, termasuk Superbank, Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital), dan Sweef Institute, yang membuka akses ke ekosistem perbankan digital, jaringan, keahlian, dan peluang pendanaan.

Mengapa Ini Penting bagi Sektor Keuangan Indonesia?

Analisis kredit di Indonesia masih sangat bergantung pada pemeriksaan dokumen secara manual. Analis menghabiskan berjam-jam membaca rekening koran, mencocokkan laporan keuangan, dan memverifikasi data debitur, sehingga persetujuan kredit menjadi lambat dan rentan terhadap human error maupun pemalsuan dokumen.

Document intelligence berbasis AI mengubah kondisi tersebut. Dengan mengotomatiskan analisis dokumen, lembaga pemberi pinjaman dapat:

  • Melayani lebih banyak debitur, termasuk masyarakat underbanked dan UMKM, tanpa harus menambah jumlah analis secara proporsional.
  • Mengambil keputusan lebih cepat dan meningkatkan pengalaman debitur.
  • Memperkuat kualitas portofolio dan melindungi diri dari kenaikan NPL.

Keputusan Superbank untuk menjalankan pilot bersama Fineksi menunjukkan bahwa bank digital di Indonesia siap menjadikan AI sebagai bagian inti dari infrastruktur kredit, bukan sekadar eksperimen.

Langkah ke Depan

Bergabung dengan Grab Ventures Velocity Batch 9, dan menjadi satu-satunya startup yang terpilih untuk pilot Superbank, memberikan Fineksi platform, kemitraan, dan lingkungan perbankan nyata untuk mempercepat dampaknya. Melalui program ini, Fineksi ingin membantu lebih banyak lembaga keuangan Indonesia memodernisasi proses kredit mereka: menyetujui pinjaman lebih cepat, mendeteksi fraud lebih dini, dan membangun portofolio kredit yang lebih sehat.

  • Tag
  • pilot
  • partnership
  • document intelligence

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Grab Ventures Velocity (GVV)?

Grab Ventures Velocity (GVV) adalah program akselerator unggulan Grab Indonesia untuk startup tahap post-seed. Sejak 2018, GVV telah menerima lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni, dengan lebih dari 85% masih beroperasi.

Apa tema GVV Batch 9?

GVV Batch 9 mengusung tema "Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem," dengan fokus pada startup yang memanfaatkan AI untuk menyelesaikan masalah nyata bagi bisnis, Mitra Grab, pengguna, dan masyarakat.

Startup apa saja yang terpilih di GVV Batch 9?

Lima startup terpilih: Fineksi, Algobash, Dash, Grivy, dan Sekilo. Masing-masing menerapkan AI di industri berbeda, mulai dari analisis kredit dan rekrutmen hingga rantai pasok dan commerce.

Startup GVV Batch 9 mana yang terpilih untuk pilot bersama Superbank?

Fineksi adalah satu-satunya startup GVV Batch 9 yang terpilih untuk pilot Superbank. Ini juga merupakan pilot pertama Superbank bersama peserta GVV, yang menerapkan analisis kredit AI Fineksi di lingkungan bank digital.

Apa yang dilakukan Fineksi?

Fineksi adalah platform AI-powered Document Intelligence untuk Analisis Kredit. Fineksi mengolah dokumen debitur dan menghasilkan analisis kredit berbasis AI, membantu lembaga keuangan memproses pinjaman lebih cepat, mendeteksi fraud, dan menekan kredit bermasalah.

Apa saja manfaat yang diperoleh Fineksi dari GVV Batch 9?

Fineksi mendapatkan pilot eksklusif bersama Superbank, mentorship, pengembangan kepemimpinan, peluang pilot bersama Grab, serta akses ke mitra strategis Superbank, Komdigi, dan Sweef Institute untuk jaringan, keahlian, dan peluang pendanaan.

Bagaimana AI Fineksi membantu menekan kredit bermasalah (NPL)?

AI Fineksi mengolah dan menganalisis seluruh dokumen debitur secara konsisten dan dalam skala besar, menandai risiko keuangan, inkonsistensi, dan potensi fraud sebelum pinjaman disetujui. Hasilnya, tim kredit memperoleh gambaran risiko yang lebih jelas dan akurat, sehingga keputusan kredit lebih tepat dan kredit bermasalah berkurang.

Siapa yang bisa menggunakan Fineksi?

Fineksi dirancang untuk lembaga keuangan seperti bank, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), perusahaan multifinance, fintech lending, dan koperasi yang ingin mempercepat analisis kredit tanpa mengorbankan kualitas pinjaman.

Kutip artikel ini: Fineksi Admin (2026). Fineksi Bergabung dengan Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9 dan Menjalankan Pilot Analisis Kredit Berbasis AI bersama Superbank. Fineksi Blog. https://blog.fineksi.com/id/blog/fineksi-joins-grab-ventures-velocity-gvv-batch-9-and-pilots-ai-powered-credit-analysis-with-superbank

Berita Perusahaan5 menit baca

Shinhan Bank Vietnam dan Fineksi Bermitra untuk Mempercepat Transformasi AI dalam Operasional Kredit

Fineksi dan Shinhan Bank Vietnam telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk menerapkan Document Intelligence berbasis AI dalam analisis dan penilaian kredit korporasi. Kemitraan ini berawal dari partisipasi Fineksi dalam program Global Shinhan Innoboost 2025, yang membawa solusi dari tahap Proof of Concept hingga penerapan nyata. Kedua pihak menargetkan analisis kredit yang lebih cepat, lebih efisien, dan berkualitas lebih tinggi, dengan sistem yang diharapkan beroperasi pada 2026.

Baca artikel
Berita Perusahaan2 menit baca

Fineksi di Echelon Singapore 2026: Memperkenalkan AI Document Intelligence untuk Analisa Kredit

Fineksi berpartisipasi di Echelon Singapore 2026 sebagai exhibitor bersama Garuda Spark Innovation Hub, terhubung dengan para founders, investors, pemimpin korporasi, dan ecosystem builders dari berbagai negara di kawasan ini. Selama dua hari, kami memperkenalkan bagaimana solusi document intelligence berbasis AI dari Fineksi membantu institusi keuangan memperkuat analisa kredit, menyederhanakan proses, dan mengelola risiko dengan lebih efektif. Berikut kilas balik pengalaman kami dan langkah selanjutnya.

Baca artikel
Berita Perusahaan3 menit baca

Bagaimana AI Fineksi Mendorong Keberhasilan P2P Lending: Studi Kasus MEKAR

Document intelligence berbasis AI dari Fineksi membantu platform P2P lending menilai risiko peminjam dengan lebih akurat, mempercepat proses underwriting, dan mengurangi fraud. MEKAR (PT Mekar Investama Teknologi) adalah salah satu platform yang memanfaatkan analisa rekening koran dan riwayat kredit dari Fineksi untuk menjaga kualitas portofolio pinjaman dan memperkuat kepercayaan investor. Pelajari mengapa teknologi kini menjadi faktor penentu keberhasilan P2P lending.

Baca artikel

Lihat langsung dengan dokumen Anda

Jadwalkan demo AI Anda.

Walkthrough 45 menit bersama tim kami, disesuaikan dengan alur underwriting Anda. Bawa dokumen tersulit Anda dan lihat diproses secara langsung.

  • Bawa dokumen Anda sendiri ke demo
  • NDA & trust pack sejak hari pertama
  • Dokumen pertama diproses dalam satu menit
  • support@fineksi.com